Untitled Document

Artikel

Terapi Hormon, Harapan Wanita Kurus untuk Hamil

Tubuh yang terlalu kurus merupakan salah satu faktor yang menyulitkan terjadinya kehamilan pada seorang wanita. Untuk mempermudah kehamilan biasanya dokter akan menyarankan terapi kesuburan. Kini sebuah terapi mungkin dapat membantu wanita yang terlalu kurus untuk bisa hamil.

Peneliti menemukan terapi hormon yang bertujuan untuk membantu wanita dengan gaya hidup sangat aktif atau memiliki tubuh untuk terlalu kurus. Terapi ini juga cocok bagi atlet wanita yang terbiasa berolahraga keras.

Salah satu syarat untuk dapat hamil secara sehat adalah berat badan yang ideal. Dengan kata lain, wanita yang terlalu yang kurus atau terlalu gemuk lebih sulit untuk hamil. Bahkan sebuah studi asal Chicago, Amerika Serikat, menunjukkan tubuh yang terlalu kurus justru lebih sulit untuk hamil.

Faktanya, ada beberapa kelompok wanita yang diharuskan memiliki tubuh kurus atas alasan profesi yang ditekuninya. Misalnya balerina atau pesenam yang perlu mengurangi sebagian besar massa lemak tubuhnya dengan diet dan latihan intensif.

Tubuh mereka kemudian secara alami mengalihkan energi yang seharusnya dimanfaatkan untuk sistem reproduksi untuk beraktivitas fisik. Akhirnya, wanita-wanita ini sering tidak mengalami menstruasi sehingga sulit untuk mereproduksi secara alami.

Dalam terapi baru tersebut, dokter menyuntikkan hormon kisspeptin untuk membantu proses reproduksi tanpa perlu bagi wanita aktif untuk menghentikan latihan intensif mereka.

Salah satu dokter yang terlibat dalam penelitian ini, Channa Jayasena dari Imperial College London, mengatakan, dalam waktu singkat infusi kisspeptin akan mengembalikan dorongan luteinising hormone (LH) yang penting bagi kesuburan wanita. "Sehingga kehamilan lebih mungkin terjadi, tanpa melakukan prosedur yang lebih mahal seperti bayi tabung," ujarnya.

Kendati demikian, teknik ini dikritik atas kekhawatiran penggunaannya pada wanita yang terlalu kurus akibat anoreksia (gangguan makan). Pasalnya, wanita yang kurus karena gangguan ini tidak memiliki pola makan yang sehat sehingga cenderung kekurangan gizi. Padahal kehamilan yang sehat membutuhkan gizi yang baik bagi sang ibu dan janinnya.

Sumber : health.kompas.com
Back